Jakarta, Indonesia
18-19 November 2025
Perdagangan maritim tetap menjadi tulang punggung ekonomi global—tetapi juga menjadi jalur penting untuk menghindari sanksi. Mulai dari pemindahan dari kapal ke kapal secara rahasia hingga penipuan penandaan kapal dan penyembunyian identitas kapal, pelaku kejahatan ilegal memanfaatkan kompleksitas pengiriman global untuk melakukan pemindahan barang terlarang dan membiayai kegiatan yang dibatasi.
Lokakarya ini disponsori oleh Departemen Luar Negeri AS, yang dirancang untuk pejabat pemerintah, badan pengatur, dan lembaga penegakan hukum maritim yang berusaha memperdalam pemahaman mereka tentang lanskap sanksi dan meningkatkan tanggapan operasional. Peserta akan diberikan wawasan praktis tentang:
- Peran strategis sanksi dalam keamanan internasional
- Teknik penghindaran umum dan tren yang berkembang
- Alat bantu, sumber intelijen, dan mekanisme kerja sama antarlembaga untuk memperkuat pemantauan dan penegakan hukum
- Studi kasus yang menyoroti pelajaran yang perlu didalami dari penegakan sanksi terkini
Sesi lokakarya akan berfokus pada latihan simulasi berbasis diskusi yang bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam protokol penegakan hukum, prosedur operasi standar, serta koordinasi dan komunikasi antarlembaga, ditambah dengan sesi pemahaman penting dan interaktif. Dengan demikian, lokakarya ini akan membekali para profesional penegak hukum dengan strategi dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melindungi wilayah maritim dari kegiatan terlarang.
Lokakarya ini ditujukan kepada peserta berikut: pejabat tingkat pelaksana dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Badan Keamanan Laut Indonesia, otoritas pelabuhan, pejabat bea cukai, penjaga laut dan pantai, dan otoritas penegakan hukum maritim yang bersangkutan lainnya.
Dukungan perjalanan akan diberikan kepada pejabat yang melakukan perjalanan dari wilayah di luar Jakarta.
Agenda
| HARI 1 – LATIHAN SIMULASI BERBASIS DISKUSI | |
|---|---|
| 10:00-10:15 | Sambutan Pembukaan dan Pengantar |
| 10:15-11:15 | Penegakan Sanksi: Peran Pemangku Kepentingan Utama Sesi ini akan menyediakan gambaran umum tentang sanksi maritim yang berlaku dan bagaimana sanksi berdampak pada pemangku kepentingan utama – mulai dari pejabat bea cukai dan otoritas pelabuhan hingga penjaga pantai, angkatan laut, dan lembaga lain yang bertanggung jawab atas masalah maritim dan sanksi. |
| 11:15-11:30 | Latihan Simulasi Berbasis Diskusi: Pengantar dan Aturan Dasar |
| 11:30-12:15 | Skenario I |
| 12:15-13:15 | Makan Siang |
| 13:15-14:15 | Skenario II |
| 14:15-14:30 | Sesi Istirahat |
| 14:30-15:30 | Skenario III |
| 15:30-16:30 | Sesi Tanya-Jawab |
| HARI 2 | |
| 09:00 – 09:30 | Latihan Simulasi Berbasis Diskusi: Ringkasan dan Pelajaran yang Didalami |
| 09:30 – 10:30 | Taktik Penghindaran Sanksi Maritim Sesi ini akan membahas strategi dan taktik khusus yang digunakan untuk menghindari sanksi maritim. Dengan menggunakan studi kasus, sesi ini akan membekali peserta dengan pengetahuan dan alat bantu untuk melakukan identifikasi dan melakukan penyelidikan kegiatan penghindaran sanksi dalam pekerjaan sehari-hari mereka. |
| 10:30 – 10:45 | Sesi Istirahat |
| 10:45 – 11:15 | Teknik yang Berkembang dalam Penghindaran Sanksi: Penggunaan Bendera Palsu dan Menipu Penggunaan bendera menipu mencakup spektrum yang luas: mulai dari kapal yang terus mengibarkan bendera setelah pencabutan pendaftaran atau mengklaim pendaftaran padahal pendaftaran sebenarnya tidak ada, hingga pemalsuan AIS dan penerbitan dokumen palsu oleh entitas yang melakukan penipuan. Bagaimana kasus-kasus ini dapat diidentifikasi? |
| 11:15 – 12:00 | Penghindaran Sanksi: Alat Bantu dan Teknik Investigasi Sesi ini akan membahas “tanda peringatan” yang ditunjukkan oleh kapal-kapal yang terlibat dalam kegiatan penghindaran sanksi dan alat bantu investigasi yang dapat digunakan untuk mengungkap kegiatan tersebut. |
| 12:00 – 13:00 | Makan Siang |
| 13:00 – 13:45 | Penggalian Ide Secara Individu Koordinasi Antarlembaga, SOP, dan Alat Bantu Penerapan Lainnya Sesi ini menyediakan kesempatan bagi peserta untuk mengidentifikasi alat bantu yang mereka inginkan agar dapat melakukan penegakan sanksi secara efektif. |
| 13:45 – 14:00 | Sesi Istirahat |
| 14:00-16:00 | Prosedur Operasi Standar: Diskusi Kelompok dan Penyusunan Dalam sesi ini, peserta akan mempertimbangkan serangkaian skenario penegakan sanksi maritim dan melakukan identifikasi lembaga yang terlibat, peran mereka, kewenangan hukum yang tersedia bagi mereka, dan proses yang diperlukan untuk menerapkannya secara efektif. Para peserta kemudian akan menyusun kerangka dasar SOP yang relevan untuk masing-masing lembaga mereka. |
| 16:00-16:30 | Peluang untuk Kerja Sama Sesi ini akan membahas praktik terbaik dalam kerja sama antarlembaga, serta peluang yang tersedia untuk berbagi informasi secara internasional. |
| 16:30-17:00 | Evaluasi Lokakarya, Kesimpulan |